BANJARMASIN – DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong percepatan pemulihan pasokan air bersih bagi masyarakat terdampak kebocoran pipa intake Mandikapau di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Perbaikan pipa yang telah mencapai sekitar 70 persen diharapkan segera tuntas agar distribusi air kembali normal.
Upaya percepatan tersebut dibahas Komisi II dan Komisi III DPRD Kalsel dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama instansi terkait dan pengelola layanan air bersih di Ruang Komisi III, Lantai IV Gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Rabu (14/10/2026).
Rapat tersebut melibatkan perwakilan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin, BPBPK, Dinas PUPR, UPTD BPAM Regional Banjarbakula, PTAM Bandarmasih, PTAM Intan Banjar, dan PTAM Berkah Banua.
Dalam rapat, DPRD menyoroti gangguan distribusi air yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Selain mendorong percepatan perbaikan pipa, pembahasan juga diarahkan pada langkah jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama proses penanganan berlangsung.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Apt. Mustaqimah, mengatakan kebocoran pada sambungan pipa menjadi salah satu penyebab terganggunya pasokan air. Karena itu, koordinasi antarpengelola layanan diperlukan untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
“Untuk jangka pendek, BPAM Banjarbakula dan PTAM Intan Banjar akan berkolaborasi memenuhi kebutuhan air di wilayah Banjarbakula,” ujar Mustaqimah.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat membantu mengatasi pengurangan pasokan hingga distribusi air kembali normal.
Sementara itu, Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, menjelaskan distribusi air di sejumlah wilayah belum sepenuhnya pulih karena tekanan air masih belum normal setelah kebocoran pipa intake Mandikapau.
Wilayah yang masih terdampak antara lain Sungai Ulin, Liang Anggang, Trikora, dan Guntung Manggis. Gangguan terutama dirasakan pelanggan di kawasan dengan elevasi lebih tinggi karena tekanan air belum memadai untuk menjangkau wilayah tersebut.
“Karena tekanan masih belum full, otomatis air tidak sampai ke sana,” ujarnya.
Wahyu menyampaikan, perbaikan pipa telah mencapai sekitar 70 persen. Sambungan pipa yang bocor sudah tersambung dan sebagian mulai menjalani pengujian aliran. Tahap berikutnya adalah pengecoran untuk memperkuat struktur di sekitar sambungan pipa, yang saat rapat berlangsung ditargetkan pada Jumat (16/10/2026).
Ia memperkirakan penanganan persoalan tersebut membutuhkan waktu sekitar satu pekan.
DPRD Kalsel berharap perbaikan dapat diselesaikan sesuai target dan koordinasi antarlembaga terus diperkuat. Dengan demikian, gangguan distribusi dapat segera diatasi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat kembali normal.(kabarpilihan)



